Ditulis oleh Administrator
|
10 May 2012
Kompas.com/Indra Akuntono
Asmiyati, pendiri PKBM An Nur, Lombok
LOMBOK, KOMPAS.com - Pada mulanya Asmayati berniat menghabiskan masa pensiunnya di kampung halamannya, Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, sambil menikmati masa tuanya. Namun prihatin dengan kondisi masyarakat sekitar yang kebanyakan buta aksara, ia memutuskan berbuat sesuatu.
Asmayati, atau akrab disapa Yati, kemudian mengubah rumah pribadinya menjadi tempat kegiatan belajar membaca dan berhitung bagi warga sekitar. Di kemudian hari rumah itu dinamai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) An Nur.
"Waktu saya kembali dari Jakarta tahun 2007, semua warga di sini mengganggap saya orang kaya karena mengenakan tas bagus," kata Yati.