PKBM Lutfillah Kota Palangkaraya Buah Kreatifitas dan Kemandirian

Thu, 03/07/2013 - 10:24 -- meivie
Undefined

Memasuki Kota Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah kita akan dibuat kagum dengan kota yang demikian cantik tertata rapi dengan jalan-jalan yang demikian lebar dimana jarang terlihat kemacetan seperti kota besar pada umumnya. Namun, gambaran tersebut agak berbeda ketika kita memasuki daerah Rindang Banua, dimana PKBM Luthfillah berdiri.   Lokasi PKBM yang juga dikenal dengan sebutan Puntun terletak dipingiran sungai Kahayan, merupakan pemukiman padat dengan kondisi tempat tinggal terbuat dari kayu dalam bentuk rumah panggung. Lokasi ini dapat dikategorikan sebagai pemukiman padat dengan akses jalan jembatan kayu untuk memudahkan transportasi yang hanya dapat dilalui kendaran roda dua dan tiga saja.

Pemukiman padat di Rindang Banua ini sangat diminati masyarakat, dikarenakan letak geografisnya yang dekat dengan seluruh fasilitas umum seperti pasar, puskesmas, sekolah, dan tempat ibadah. Namun, menurut Khairia Ulfah,S.Pd (ketua PKBM Lutfillah), kedekatan berbagai fasilitas tersebut tidak menjamin kesejahteraan masyarakat sekitar baik dalam hal pendidikan maupun kesejahteraan ekonomi.  

Atas dasar kondisi inilah, pada Juli 2004  tumbuh tekad dari sekelompok anak muda untuk mendirikan wadah belajar yang mampu memberikan kesempatan warga masyarakat sekitar Rindang Banua Kelurahan Pahandut Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah untuk memberikan layanan pembelajaran, ”Kelompok belajar ini beberapa tahun kemudian didirikan dalam bentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan nama ”Luthfillah” yang bermakna Kelembutan Allah SWT. diambil dari nama Tokoh Ulama Besar Indonesia Habib Luthfi” kata Ulfah.   

Pada awal berdirinya PKBM “Luthfillah” masih meminjam dan menempati bangunan milik Dinas Sosial. Namun, dengan semangat swadaya pada tahun 2005 akhir, PKBM ”Luthfillah” berhasil mendirikan sebuah bangunan semi permanen dengan luas 900m2 yang beralamat di jalan Rindang Banua Gg. Manggis No. 26-33 RT. 03 RW. XXVI Kelurahan Pahandut Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah.

Secara bertahap dengan segala keterbatasan dan dukungan sumberdaya yang ada, PKBM Lutfillah terus mengembangkan berbagai layanan pendidikan.  Cukup banyak layanan program pendidikan nonformal yang dilakukan antara lain Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Kesetaraan. PKBM ini menyediakan bacaan bagi masyarakat yang ingin menambah pengetahuan melalui buku bacaan. Keberadaan TBM di PKBM Luthfillah sangat membantu masyarakat di lingkungan PKBM, khususnya untuk peserta didik tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.

Untuk meningkatkan keterampilan peserta didik, PKBM melakukan latihan pemanfaatan kain perca, daur ulang kertas, limbah gelas aqua dan botol plastic, komputer, service HP, tata kecantikan, tata boga, sulam pita, sablon digital.   “Keterampilan hidup/ life skill sangat diutamakan di PKBM kami, karena peserta didik  lebih termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan memberikan dampak positif  bagi mereka baik secara fisik maupun materi”. Kata Ulfah” Jenis keterampilan yang dilaksanakan disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik namun tetap diberikan batasan yaitu jenis keterampilan yang mengarah pada unggulan lokal dan pemeliharaan lingkungan”.tambahnya menjelaskan.        

Untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan peserta didik  agar tergantung untuk bekerja pada orang lain, telah dikembangkan kegiatan usaha antara lain; perbaikan service HP, percetakan mini, kafe Jus, jual makanan ringan dan kue, pelayanan jasa menjahit, penjualan pulsa elektrik secara partai dan eceran, dan penjualan aksesories hasil sisa limbah.  Pada Seminar Internasional PKBM di Hotel Century Park Jakarta yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat bulan April lalu, ketika mengikuti pameran, kami mendapat pesanan 1000 boneka kain perca, dari hotel tersebut, jelas Ulfa selanjutnya.

Secara nyata, berbagai roda usaha yang dikembangkan PKBM Lutfillah telah mendorong pemandirian lembaga dalam melaksanakan program.  Jika banyak lembaga tergantung pada bantuan pemerintah, PKBM Lutfillah dengan segala kreativitasnya terus berusaha mengembangkan diri untuk mandiri.  Sangat mencengangkan dana yang diperoleh PKBM dari berbagai usaha yang dikembangkan cukup besar, sehingga dengan dana tersebut PKBM Lutfillah dapat menjalankan programnya secara mandiri.  Rata-rata perolehan dana dari berbagai usaha PKBM mencapai lima puluh sampai dengan enam puluh juta  setiap tahunnya. Diperoleh dari usaha Service HP dan penjualan voucher perdana dan elektrik, spare part HP, Kafe Luthfillah rata-rata/hari pembuatan pin, photo dan souvenir boneka/hiasan kain perca.

Yang paling membanggakan bagi PKBM “Luthfillah” adalah pada bulan September 2012, pada puncak peringatan Hari Aksara Intertnasional ke-47 di Palangkaraya, PKBM Lutfillah mendapat penghargaan sebagai Juara Nasional PKBM Berprestasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.  

              Kedepannya, para pengurus dengan segala semangatnya bercita-cita ingin menjadikan PKBM “Lutfillah” sebagai lembaga yang mandiri, bermutu dan berdaya saing tinggi.  Dengan  manajemen PKBM  yang menganut sistem “full day and full time to service” artinya tak ada kata libur untuk melayani masyarakat yang memerlukan,  cita-cita tersebut akan cepat terwujud.  Embrio kreativitas dan kemandirian telah tumbuh, tinggal bagaimana memelihara dan mengembangkannnya.  Kemandirian adalah kata kunci dari kehidupan.  Jika kemandirian lembaga telah tumbuh, lembaga PKBM tidak akan mudah layu dan mati, semoga…..



PKBM Luthfilah

Jl. Rindang Banua Gg. Manggis No. 26-33 Rt03/XXVI

Kel. Pahandut Kec. Pahandut Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah

 

Back to Top